PENGEMBANGAN SIMULASI MODEL PERAMALAN PENYAKIT BLB PADA TANAMAN PADI

Created on 21 April 2011 Written by Gun Gun Gunawan Category: Berita Utama
Published Date Hits: 4501
Print

Jarak antar rumpun satu ke yang lain berkisar antara 10-16 rumpun. Rumpun contoh diamati tingkat serangan penyakit BLB, yaitu dengan memperkirakan skor serangan tiap rumpun. Skor sebelumnya sudah ditentukan dan dicantumkan dalam blanko pengamatan. Skor serangan penyakit BLB digunakan untuk menghitung intensitas serangan penyakit BLB per lokasi per pengamatan.

 

Pengamatan penyakit BLB pada kegiatan ini, cara penghitungan skor dirata-rata dari daun bawah sampai daun atas yang terinfeksi dalam satu rumpun, tidak dibagi dua seperti pada kegiatan pengendalian BLB, yaitu daun bawah (daun ke 3 dan 4) dan daun atas (daun ke 1(bendera) dan 2). Ini dikarenakan tidak ada perlakuan pengendalian pada semua hamparan contoh, sehingga dianggap tidak ada faktor penghambat untuk perkembangan penyakit BLB pada semua hamparan contoh. Intensitas serangan BLB dihitung dengan menggunakan rumus tidak mutlak, yaitu:

 Dimana :

I           = Intensitas serangan penyakit (%),

N         = Jumlah rumpun yang memiliki kategori kerusakan (scoring) yang sama.

V         = Nilai scoring berdasarkan tingkat kerusakan.

Z          = Nilai kategori serangan tertinggi (v=9)

N         = Jumlah tanaman yang diamati tiap hamparan (N=30)

  1. vNilai scoring yang digunakan untuk penyakit BLB, BRS dan Blas adalah :

 

 

Skor                Serangan BLB, BRS dan Blas

0          tidak ada infeksi/ gejala

1          Intensitas serangan dalam 1 (satu) rumpun > 1 - ≤ 5%

3          Intensitas serangan dalam 1 (satu) rumpun > 5 - ≤ 25%

5          Intensitas serangan dalam 1 (satu) rumpun > 25 - ≤ 50%

7          Intensitas serangan dalam 1 (satu) rumpun > 50 - ≤ 75%

9          Intensitas serangan dalam 1 (satu) rumpun > 50 - ≤ 75%

Pengamatan penyakit BLB pada kegiatan Pengembangan Peramalan Penyakit BLB Pada Pertanaman Padi dengan Memanfaatkan Teknologi Radar Harimau.